Rabu, 02 Februari 2011

Proses Ovulasi


TUGAS :
OVULASI



 









OLEH
KELOMPOK V

ASRAL
YULIYANTI
IRMAWATI
WA ODE RASNI
ITA ROSNAWATI
YUSRI GAHARNI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA
KENDARI
2010
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Ovulasi” tepat pada waktunya.
Makalah ini dapat tersusun dengan baik berkat bantuan dari beberapa pihak. Untuk itu kami dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih atas segala curahan kata melalui pikiran guna penyelesaian makalah ini.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk saran dan kritik selalu kami harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan.




Kendari, 17 Januari  2011



Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................. 2
DAFTAR ISI ................................................................................................ 3
BAB I    PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 4
1.3 Tujuan .............................................................................................. 4
1.4 Manfaat ............................................................................................ 5
BAB II   PEMBAHASAN
2.1 Definisi Ovulasi .............................................................................. 6
2.2 Proses Ovulasi ............................................................................... 7
2.3 Menentukan Terjadinya Ovulasi ................................................. 8
2.4 Siklus Ovulasi ................................................................................ 9
2.5 Tanda-Tanda dari Tubuh Saat Sedang Ovulasi  ..................... 9
2.6 Gangguan Ovulasi dan Hormonal Lain yang dapat Mengakibatkan Kemandulan            ....................................................................................................... 11
2.7 Mekanisme Terjadinya Ovulasi ................................................... 12
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................... 14
3.2 Saran ............................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kehamilan disebabkan oleh beberapa rangkaian kejadian. Setiap bulan, hormon dari kelenjar dibawah otak merangsang indung telur untuk melepaskan sel telur (ovulasi). Kejadian ini biasanya terjadi sekitar hari ke 14 pada siklus haid, namun hal tersebut tidaklah selalu sama dari satu wanita dengan wanita lain ataupun dari suatu bulan ke bulan berikutnya.
Pada saat sel telur tersebut dikeluarkan dari indung telur, sel telur tersebut akan bergerak melalui “fallopian tube” (saluran/pembuluh telur ke kandungan rahim). Jika anda ingin hamil, ini adalah saat yang sangat tepat untuk berhubungan. Dalam waktu sekitar 24 jam, sel telur tersebut harus bertemu dengan sperma. Oleh karena sperma dapat bertahan di dalam saluran reproduksi wanita sekitar 2-3 hari, alangkah baiknya apabila hubungan dilakukan secara teratur beberapa hari sebelum dan hingga ovulasi.
Apabila sel telur bertemu dengan sperma (fertilisasi), sel telur tersebut akan bergerak menuju rahim sekitar 2-4 hari kemudian. Kemudian sel telur akan menempel pada dinding rahim. Pada saat inilah anda dapat dibilang hamil. Haid akan berhenti pada saat janin mulai tumbuh. Apabila sel telur tidak bertemu dengan sperma maka sel telur tersebut akan rusak dan anda akan mengalami haid seperti biasanya.
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalahnya yaitu bagamana proses terjadinya ovulasi.
1.3  Tujuan
1.    Tujuan Umum
Tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya ovulasi.
2.    Tujuan Khusus
-       Untuk mengetahui pengertian ovulasi
-       Untuk mengetahui terjadinya proses ovulasi
-       Untuk menentukan kapan terjadinya ovulasi
1.4  Manfaat
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta sebagai bahan masukan bagi mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai referensi atau sumber informasi untuk melakukan pembelajaran dan bahan bacaan.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Definisi Ovulasi
Ovulasi adalah lepasnya sel ovum dari ovarium atau dari folikel yang dihasilkan oleh ovarium. Ovulasi (pelepasan sel telur) merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin).


fase ovulasi
 











Gambar. Ovulasi
Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur.
Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit.
Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).
2.2  Proses Ovulasi
Proses ovulasi dikendalikan oleh hipotalamus otak dan melalui pelepasan hormon yang dikeluarkan pada lobus anterior kelenjar hipofisis, luteinizing hormon (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Dalam fase (pra-ovulasi) folikel siklus menstruasi, folikel ovarium akan menjalani serangkaian transformasi yang disebut ekspansi kumulus, ini distimulasi oleh sekresi FSH. Setelah ini dilakukan, lubang yang disebut stigma akan membentuk di folikel, dan ovum akan meninggalkan folikel melalui lubang ini.
Ovulasi dipicu oleh lonjakan dalam jumlah FSH dan LH dilepaskan dari kelenjar pituitari. Selama fase (post-ovulasi) luteal, sel telur akan melakukan perjalanan melalui tuba falopi menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma, mungkin melakukan implantasi ada 6-12 hari kemudian.
Siklus panjang saja bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan hari ovulasi. Sementara secara umum, ovulasi sebelumnya akan menghasilkan siklus menstruasi lebih pendek, dan sebaliknya, fase (post-ovulasi) luteal dari siklus menstruasi dapat bervariasi hingga seminggu antara perempuan.
Mengetahui ilmu di balik siklus ovulasi dapat membantu untuk memahami lebih baik ketika Anda dapat menjadi lebih subur dan memiliki kesempatan terbaik untuk hamil. Meskipun terjadi setiap bulan, siklus ovulasi adalah unik, dan disesuaikan untuk tubuh dan dipengaruhi oleh apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari Anda. Hal-hal seperti stres dan perubahan besar dalam rutinitas normal Anda dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam siklus ovulasi, yang dapat menyakitkan ketika Anda mencoba untuk hamil.
Bagian pertama dari siklus ovulasi adalah fase folikular. Dari hari pertama dari periode menstruasi, fase ini berlanjut hingga terjadi ovulasi. Ini bagian dari siklus bisa berlangsung 7-40 hari, dan dapat bervariasi karena berbagai faktor seperti usia, stres, sakit, bepergian, dll Bagian kedua dari siklus ini disebut fase luteal dan mulai hari ovulasi sampai hari pertama menstruasi. Ini adalah kronologi yang lebih tepat dan biasanya berlangsung antara 12 sampai 16 hari setelah hari ovulasi. Dengan pemikiran ini, Anda dapat mencoba untuk mengurangi jumlah stres dan perubahan dalam rutinitas anda hanya selama fase ovulasi, karena ovulasi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor ini.
2.3  Menentukan Waktu Terjadinya Ovulasi
Suatu siklus bulanan wanita diukur dari hari pertama dari periode menstruasi hingga hari pertama dari periode berikutnya. Rata-rata siklus bulanan wanita biasanya adalah antara 28-32 hari, tetapi beberapa wanita mungkin memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih lama.
Ovulasi dapat dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir (HPHT) atau dengan menghitung 12-16 hari dari periode yang diharapkan berikutnya. Kebanyakan wanita berovulasi kapan saja di antara hari ke11 – Hari ke21 dari siklus mereka, dihitung dari hari pertama haid terakhir. Ini yang banyak orang sebut sebagai “masa subur” dari siklus wanita, karena hubungan seksual selama masa ini meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan. Ovulasi dapat terjadi pada berbagai waktu selama siklus, dan mungkin terjadi pada hari yang berbeda setiap bulan.

2.4  Siklus Ovulasi
Bagian pertama dari siklus ovulasi disebut fase folikular. Fase ini dimulai hari pertama periode haid terakhir (HPHT) dan berlanjut sampai terjadinya ovulasi. Ini paruh pertama dari siklus, ini dapat sangat berbeda untuk setiap wanita yang berlangsung kira-kira 7 hari sampai 40 hari.
Bagian kedua siklus ini disebut fase luteal dan berlangsung dari terjadinya ovulasi hingga periode berikutnya dimulai. Fase luteal memiliki waktu yang lebih tepat dan biasanya hanya 12-16 hari dari terjadinya ovulasi. Hal ini menunjukkan bahwa hari ovulasi akan menentukan berapa lama siklus anda. Ini juga berarti bahwa faktor-faktor luar seperti stres, penyakit, dan gangguan rutinitas biasa, dapat menimbulkan terjadinya ovulasi yang kemudian efeknya terjadi perubahan waktu haid anda yang akan datang.
Jadi pendapat yang mengatakan bahwa stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi hanya sebagian benar. Stres dapat mempengaruhi ovulasi yang akhirnya menentukan saat haid akan datang, tapi stres di sekitar waktu periode yang diharapkan (fase luteal) tidak akan membuat siklus anda terlambat, karena sudah ditentukan saat itu akan datang 12-16 hari sebelumnya!
2.5  Tanda-Tanda Dari Tubuh Saat Sedang Ovulasi
Ovulasi merupakan proses dilepasnya sel telur dan proses ini hanya memakan waktu 24 jam. Sel telur memiliki usia yang pendek, berbeda dengan sperma yang mampu bertahan lebih lama setelah dilepaskan. Proses ovulasi terjadi satu kali dalam setiap siklus. Biasanya siklus ini terjadi selama 28 hari, bisa juga lebih ataupun kurang. Hari pertama dari siklus ini adalah saat Anda memulai periode siklus bulanan Anda. Dan pada dasarnya masa ovulasi terjadi 14 hari sebelum berakhirnya masa siklus Anda. Sehingga jika masa siklus Anda dimulai tiga hari yang lalu, maka ovulasi Anda akan terjadi pada hari ke-16.
Menghitung siklus bulanan ini dapat membantu Anda, sebagai pemula, yang ingin merencanakan kehamilan, dan belum memiliki kejelasan masa ovulasi. Namun saat Anda telah mengetahui tanda-tanda tubuh Anda saat sedang ovulasi, hal ini dapat membantu Anda kapan masa ovulasi Anda. Biasanya tubuh Anda memberikan sinyal atau tanda-tanda saat tubuh Anda dalam masa ovulasi. Tanda-tandanya meliputi :
  1. Meningkatnya pengeluaran dari vagina
Perubahan yang satu ini sebenarnya sangat terlihat, yaitu di mana pengeluaran lubricant (minyak pelumas) pada tubuh Anda akan meningkat. Peningkatan ini akan membuat Anda lebih menikmati hubungan intim dan juga akan bekerja sebagai perantara antara sperma dan sistem reproduksi Anda. Sebagian besar wanita memperhatikan perbedaan ini namun tidak pernah memperhatikannya secara mendalam.
  1. Nyeri pada satu sisi, yaitu daerah dekat indung telur dekat panggul Anda
Anda mungkin akan merasakan sedikit kram di salah satu bagian perut di tengah-tengah siklus bulanan Anda. Sakit ringan ini dikenal dengan nama Misttelschmerz, dan inilah pertanda Anda sedang ber-ovulasi.
  1. Perubahan dalam konsistensi pengeluaran vagina
Tanda lainnya, yaitu dengan mocus atau lendir yang dihasilkan vagina. Fertile mocus atau lendir pada masa subur bersifat lebih licin. Sedangkan lendir yang biasa dihasilkan dari sisa siklus Anda terasa lebih kental.
  1. Perubahan leher rahim (cervical)
Anda juga dapat melakukan pengecekan pada leher rahim Anda untuk mengetahui di mana tempat ini terbuka dan apakah sedang terbuka. Saat Anda sedang tidak dalam masa ovulasi, leher rahim Anda akan lebih sulit untuk dirasakan, walaupun Anda dapat merasakannya, leher rahim Anda berada dalam posisi tertutup. Dan sebaliknya, pada masa ovulasi akan lebih mudah dirasakan dan terbuka sehingga mudah untuk dibuahi.
  1. Perubahan suhu
Periksalah suhu tubuh Anda di pagi hari setiap harinya, kemudian catatlah informasi ini setiap harinya. Data perubahan suhu ini dapat Anda bawa saat Anda mengunjungi dokter untuk membantu menjawab pertanyaan Anda mengenai masalah kesuburuan Anda.
2.6  Gangguan Ovulasi dan Hormonal Lain Yang Dapat Mengakibatkan Kemandulan
Pembuahan tidak akan terjadi bila istri tidak menghasilkan sel telur (ovum) yang dapat dibuahi. Kegagalan ovulasi dapat bersifat primer yang berasal dari ovarium seperti penyakit ovarium polikistik, atau bersifat sekunder akibat kelainan pada poros hipotalamus-hipofisis.
  • Gangguan ovulasi hipotalamik
Kegagalan hipotalamus untuk memicu ovulasi adalah masalah gangguan ovulasi yang paling sering terjadi. Gejala-gejala klinisnya adalah amenorea atau oligomenorea, SBB abnormal, kadar LH dan FSH rendah.
  • Penyakit ovarium polikistik
Gejalanya adalah dilihat dari gambaran USG ovarium membesar dengan banyak kista, peneraan kadar hormon FSH yang rendah, nisbah LH/FSH 2:1 atau 3:1 dan kadangkala dengan peningkatan kadar prolaktin.
  • Hiperprolaktinemiaatau peningkatan kadar prolaktin serum dapat menyebabkan galaktorea dan mengganggu fungsi ovulasi.
  • Hiperandrogenemia dengan gejala klinis peningkatan kadar androgen serum, virilisasi, hirsutisme, gangguan haid.
  • Gangguan ovarium dini. Ovarium menghasilkan sel telur yang tidak matang.
  • Gangguan fase luteal. Ovulasi terjadi secara normal tetapi ovarium tidak menghasilkan progesteron yang memadai untuk implantasi
  • Pemecahan kantong telur (folikel) dini sehingga menghasilkan sel telur yang tidak matang
  • Sindrom kantong telur matang tak pecah sehingga sel telur tidak dapat dikeluarkan dari kantong telur matang.
Kelainan ovulasi, termasuk dalam kelompok kawin berulang karena kelainan ovulasi adalah :
  • Kegagalan ovulasi pada folikel de graaf yang sudah matang gagal menjadi pecah  karena ada gangguan sekresi hormon gonadotropin yaitu FSH dan LH.
  • Ovulasi yang tertunda ( delayed ovulation ) sampai satu atau dua hari setelah berhentinya birahi ( kondisi normal ovulasi terjadi pada periode awal masa birahi atau sampai beberapa jam setelah berakhirnya gejala birahi ).
  • Ovulasi ganda adalah ovulasi dengan dua atau lebih sel telur.
2.7  Mekanisme Terjadinya Ovulasi
Mekanisme terjadinya ovulasi :
a.    Hormonal :
Setelah folikel-folikel tumbuh karena pengaruh hormon FSH dari pituitari anterior,maka sel-sek folikel mampu menghasilkan estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini dalam dosis kecil akan menyebabkan terlepasnya hormon LH. Hormon LH memegang peranan penting dalam menggertak terjadinya ovulasi. Pecahnya folikel terjadi adanya tekanan dari dalam folikel yang bertambah besar dan persobekan pada daerah stigma yang pucat karena daerah ini kurang memperoleh darah.
b.    Neural :
Rangsangan pada luar servik, baik pada saat kopulasi atau kawin buatan akan diteruskan oleh saraf ke susunan saraf pusat yang akan diterima oleh hipotalamus. Nantinya akan disekresikan LH realising hormon dan kadar LH dalam darah akan meningkat sehingga mengakibatkan ovulasi.
Dari sisa-sisa folikel yang telah mengalami ovulasi akan terbentuk bermacam-macam tenunan yaitu :
a.    Korpus haemoragikum
Setelah ovulasi akan diikuti pemberian darah yang lebih pada sisa-sisa folikel. Terjadi hipertropi dan hiperplasi pada tenunan sehingga tebentuk benda yang bulat menonjol dipermukaan ovarium,kenyal,dan berwarna merah
b.    Korpus Luteum
Sebagai akibat dari proses luteinasi dari korpus haemoragikum oleh pengaruh hormon LTH, terjadilah pertumbuhan lebih lanjut dari sel-sel tersebut. Tenenuan baru akan berubah warna menjadi kuning dan menghasilkan progesteron yang lama-lama akan tinggi pada puncak siklus birahi.
c.    Korpus Albikansia
Berhentinya aktivitas korpus luteum dalam menghasilkan progesteron akan menyebabkan degenerasi dari sel-selnya karena sudah tidak memperoleh suplai darah maka bentuknya menjadi sangat kecil dan berwarna pucat.



BAB III
PENUTUP
1.    Kesimpulan
Ovulasi adalah lepasnya sel ovum dari ovarium atau dari folikel yang dihasilkan oleh ovarium. Ovulasi (pelepasan sel telur) merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Ovulasi dapat dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir (HPHT) atau dengan menghitung 12-16 hari dari periode yang diharapkan berikutnya. Kebanyakan wanita berovulasi kapan saja di antara hari ke11 – Hari ke21 dari siklus mereka, dihitung dari hari pertama haid terakhir. Ini yang banyak orang sebut sebagai “masa subur” dari siklus wanita, karena hubungan seksual selama masa ini meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan.
Bagian pertama dari siklus ovulasi adalah fase folikular. Dari hari pertama dari periode menstruasi, fase ini berlanjut hingga terjadi ovulasi. Ini bagian dari siklus bisa berlangsung 7-40 hari, dan dapat bervariasi karena berbagai faktor seperti usia, stres, sakit, bepergian, dll Bagian kedua dari siklus ini disebut fase luteal dan mulai hari ovulasi sampai hari pertama menstruasi. Proses ovulasi dikendalikan oleh hipotalamus otak dan melalui pelepasan hormon yang dikeluarkan pada lobus anterior kelenjar hipofisis, luteinizing hormon (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).
Ovulasi merupakan proses dilepasnya sel telur dan proses ini hanya memakan waktu 24 jam. Sel telur memiliki usia yang pendek, berbeda dengan sperma yang mampu bertahan lebih lama setelah dilepaskan. Proses ovulasi terjadi satu kali dalam setiap siklus. Biasanya siklus ini terjadi selama 28 hari, bisa juga lebih ataupun kurang. Hari pertama dari siklus ini adalah saat Anda memulai periode siklus bulanan Anda. Dan pada dasarnya masa ovulasi terjadi 14 hari sebelum berakhirnya masa siklus Anda. Sehingga jika masa siklus Anda dimulai tiga hari yang lalu, maka ovulasi Anda akan terjadi pada hari ke-16.
2.    Saran
Bagi para remaja putri pada umumnya dapat lebih meningkatkan pemahaman tentang proses terjadinya ovulasi dan kegagalan pada saat ovulasi serta hubungan antara infertilitas dengan proses ovulasi.



DAFTAR PUSTAKA
Kusmiyanti Yuni, dkk.2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta : Fitramaya.
Cherry, S.H.(1986). Bimbingan Ginekologi Perawatan Modern Untuk Kesehatan Wanita(alih bahasa noname). CV Pionir Jaya. Bandung.



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar